LAPORAN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI
SIRIP DAN JARI-JARI SIRIP

OLEH
MUHAMMAD HAMDAN
1104114727
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERAIRAN











LABORATORIUM BIOLOGI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012







III.     METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi mengenai mulut dan sungut ini dilaksanakan pada hari selasa 13, maret 2012 pukul 10:30 sampai selesai. Praktikum ini bertempat di Laboratorium biologi perikanan Fakultas Perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Riau, pekanbaru.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun peralatan  pribadi yang wajib di bawa adalah alat tulis lengkap, tisu gulung, penggaris, lap dan buku gambar, nampan (disediakan oleh laboratorium).
Sedangkan bahan yang digunakan adalah  ikan kakap putih (Lates calcariver), ikan  kerapu  macan (Epnepilus taurina), ikan selais ompok (Ompok hypopthalmus ), ikan selar  kuning (CaraxLeptolepis),  ikan lomek (), ikan jambal siam, ikan bujuk (Chana lucius), ikan baung (Mystus nemurus),
3.3 Cara Kerja
Sebelum kita melaksanakan praktikum yang pertama kita lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan praktikum setelah itu mengambil seekor ikan dan meletakkannya pada nampan dan di gambar pada buku gambar yang telah tersedia, dan di ukur
 IV.    HASIL
4.1 Hasil
Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, maka kami memperoleh hasil sebagai berikut :
1.      Ikan jambal siam (Pangasius sutchi).
          Klasifikasi ikan jambal siam yaitu
Ordo : Siluriformes,  Famili : Pangasidae, Genus : Pangasius,
Spesies : Pangasius sutchi.




Gambar 1.1 ikan jambal siam (Pangasius sutchi)
 HDL: 65mm, BDH: 90mm, TL:350mm, SL: 290mm, FL: 310mm







V. PEMBAHASAN
Kottelat et.al., (1993) mengklasifikasikan ikan Baung kedalam phylum Chordata, kelas Pisces, subkelas Teleostei, ordo Ostariophysci, subordo Siluridae, famili Bagridae, genus Mystus, species Mystus nemurus.
Dalam taksonomi (sistem penamaan), baung mengalami beberapa kali pergantian nama ilmiah. Nama ilmiah yang pertama kali disandangnya adalah Macrones nemurus (Weber & de Beaufort, 1916), lalu berubah monjadi Mystus nemurus (Roberts, 1989; Kottelat et.al, 1993). Setelah itu, berubah lagi menjadi Hemibagrus nemurus (Kottelat and Whitten, 1996; Rachmatika. et.al, 2005). Nama yang terakhir inilah yang dinyatakan sebagai nama valid bagi baung.
Ikan Ompok (Ompok hypopthalmus) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut bentuk penampang punggung agak cembung dengan bentuk pipih memanjang dibedakan dari semua jenis, Ompok hypopthalmus kepalanya pnjang 4,6-5,3 kali lebih pendek dari panjang standar,sungut-sungutnya memendek , kira-kira sampai setengah atau sepanjang diameter mata,sirip dada jauh lebih pendek dari peda kepala, rahang bawah meruncing melampaui rahang atas, ketika mulut ditutupi sirip punggung tidak terdapat (Weber dan Debeaufort, 1916; Saanin, 1984; Kottelat  et al, 1993).
Khairuman dan Sudenda (2002) menyatakan genus Pangasius termasuk golongan ikan karnivora(pemakan hewan). Ikan ini digolongkan sebagai sebagai ikan dasar atau demersal yang bersifat nocturnal. Makanan ikan genus pangasius di alam antara lain berupa ikan-ikan  kecil , caving detritus, serangga, udang-udang dan mollusca.
Menurut Saanin (1968)  ikan  selar kuning diklasifikasikan pada ordo  Percomorphi, family Carangidae, Genus Caranx, spesies Caranx  leptolepis, Bentuk tubuhnya  kecil dari pada  ikan-ikan  lainnya.  Panjang  tubuh hanya

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan di laboratorium biologi perikanan dalam mata kuliah Ikhtiologi, kita dapat membedakan nama-nama ikan yang satu dengan yang lain dari bentuk dan ciri-ciri yang dimilki oleh ikan-ikan yang dipraktikumkan. Serta kita dapat menentukan bidang dan arah, dimana bidang tersebut dapat dibedakan antara lain bidang khayal sagital, frontal dan trancversal. Selain dari itu juga terdapat terminologi seperti medial, lateral, dorsal, ventral, proximal dan distal,dan juga kita dapat mengetahui penggolongan ikan dari bentuk dan ukuran tubuh ikan yang kita amati.
5.2. Saran
Dalam pelaksanaan praktikum ini masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu diperhatikan, agar setiap mahasiswa yang melakukan praktikum ini dapat lebih serius dan tepat selesai pada waktunya.
Serta dengan praktrikum ini mahasiswa lebih banyak mengetahui tentang ang bidang dan arah serta penggolongan ikan berdasar bentuk tubuh dan ukurannya.




III.     METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi mengenai mulut dan sungut ini dilaksanakan pada hari selasa 13, maret 2012 pukul 10:30 sampai selesai. Praktikum ini bertempat di Laboratorium biologi perikanan Fakultas Perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Riau, pekanbaru.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun peralatan  pribadi yang wajib di bawa adalah alat tulis lengkap, tisu gulung, penggaris, lap dan buku gambar, nampan (disediakan oleh laboratorium).
Sedangkan bahan yang digunakan adalah  ikan kakap putih (Lates calcariver), ikan  kerapu  macan (Epnepilus taurina), ikan selais ompok (Ompok hypopthalmus ), ikan selar  kuning (CaraxLeptolepis),  ikan lomek (), ikan jambal siam, ikan bujuk (Chana lucius), ikan baung (Mystus nemurus),
3.3 Cara Kerja
Sebelum kita melaksanakan praktikum yang pertama kita lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan praktikum setelah itu mengambil seekor ikan dan meletakkannya pada nampan dan di gambar pada buku gambar yang telah tersedia, dan di ukur
II. TINJAUAN PUSTAKA
Setiap spesies ikan memiliki ukuran yang masing-masing berbeda disebabkan oleh umur, jenis kelamin, tempat hidup serta faktor-faktor lingkungan sekitar seperti makanan, suhu, pH, salinitas dan iklim. Ukuran yang diberikan untuk di identifikasi hanyalah ukuran mutlak (cm) dan ukuran perbandingan yang berupa kisaran angka saja (Saanin, 1968).
Ikan Ompok (Ompok hypopthalmus) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut bentuk penampang punggung agak cembung dengan bentuk pipih memanjang dibedakan dari semua jenis, Ompok hypopthalmus kepalanya pnjang 4,6-5,3 kali lebih pendek dari panjang standar,sungut-sungutnya memendek , kira-kira sampai setengah atau sepanjang diameter mata,sirip dada jauh lebih pendek dari peda kepala, rahang bawah meruncing melampaui rahang atas, ketika mulut ditutupi sirip punggung tidak terdapat ( Saanin, 1984).
Kottelat et.al., (1993) mengklasifikasikan ikan Baung kedalam phylum Chordata, kelas Pisces, subkelas Teleostei, ordo Ostariophysci, subordo Siluridae, famili Bagridae, genus Mystus, species Mystus nemurus.
Djuhanda (1981) menyatakan bahwa ikan Baung memiliki 4 sungut peraba dan satu diantaranya panjang sekali terletak pada sudut rahang atas, panjangnya sampai mencapai sirip dubur. Sirip lemah di punggung mempunyai jari-jari keras, satu daripadanya besar dan meruncing menajdi patel. Jumlah jari-jari lunaknya

I.          Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum ini adalah agar dapat mengetahui lebih jelas yang mana merupakan bidang-bidang yang terdapat pada tubuh ikan seperti bidang khayal, Transversal,bidang khayal Frontal, dan bidang khayal Sagital.dan kita dapat Medial, Dorsal, Frontal, Lateral, dan Caudal,sea kita dapat mengerti dan memahami penggolongan,bentuk tubuh dan bagian tubuh ikan.
 Adapun manfaat dari hasil laporan praktikum ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi dasar mengenai mulut dan sungut dari jenis spesies ikan dan penggolongan serta bentuk tubuh dan bagian tubuh ikan sehingga dapat menghasilkan kelestarian speies ikan bagi pihak-pihak yang memerlukannya dan dapat juga diterapkan dalam berbagai kepentingan yang berhubungan dengan praktikum ini dimasa yang akan datang.







PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan merupakan makanan manusia yang paling utama sejak awal abad dari sejarah manusia. Daging ikan banyak mengandung protein dan lemak, seperti juga pada daging-daging hewan ternak. Daging ikan mudah dicerna dibandingkan tumbuh-tumbuhan. Kadar protein dalam ikan dapat mencapai 13-20%, sedangkan 50-80% berupa air dan selebihnya lemak. Daging ikan banyak mengandung vitamin terutama hatinya. Vitamin tersebut dapat diperoleh dari plankton secara langsung maupun tidak langsung, yang menjadi makanan ikan. Mengingat bahwa ¾ dari permukaan bumi tertutup dari lautan dan banyak perairan tawar yang dihuni bermacam-macam ikan (Djuanda, 1981)

Comments

Popular posts from this blog

TRAGEDY AT KANJURUAN STADIUM

APLIKASI PULSA TERMURAH 2024

server dan webhosting